GERD, Biang Kerok Berbagai Penyakit ( Sumber Artikel Arif RH)

Teman saya bercerita bahwa beberapa tahun lalu, dia mengalami batuk menahun, ngga sembuh-sembuh. Sudah dilakukan upaya-upaya healing (penyembuhan), secara medis, herbal dan energi healing, tetep aja batuknya datang lagi dan datang lagi. Dia menganggap hal itu biasa saja, Namun istrinya yang melihat ini cukup serius.

Sampai suatu saat, saat dia berkata dalam hati “ya sudahlah” … Istrinya mengajak ke Puskesmas. Lah... puskes, ke dokter yang lebih mahal aja gak sembuh”. Tapi meskipun dia skeptis, dia menuruti anjuran istri,….. istri is the bos. Sampai puskesmas, ditangani dokter THT. Dokternya tampilannya gak meyakinkan … Udah tua banget.

Si dokter berkata begini, “mas … ini sebenarnya bukan batuk … ini G.E.R.D”. Dia bingung, “what? … apa itu?” … Lalu si dokter menjelaskan panjang lebar … Singkatnya begini … Bahwa ada luka di kerongkongan dan sulit sembuh. Luka itu disebabkan, asam lambung saya liar … Saat luka sudah mau sembuh, ada gatal, ini yang menyebabkan batuk … Asam lambung menyiram lagi, terus aja begitu … Sehingga batuk menahun …

Si dokter bertanya, “apakah kamu mengalami gejala bla bla bla?” … Dari sekian banyak ciri, dia mengalami salah satunya … Yaitu, saat tidur sering kayak keselek cairan, hingga susah bernapas, kemudian terbangun … Lalu setelah itu, batuk-batuk lama sekali berhentinya … Nah, kata beliau, itulah saat asam lambung naik ke kerongkongan … Lalu melukai area itu … Pada orang yang kena G.E.R.D, klep yang seharusnya menutup asam lambung supaya tidak naik ke kerongkongan, tidak berjalan normal / tidak menutup sempurna …

Si dokter menjelaskan lagi … Bahwa G E.R.D ini tidak ada obatnya … Karena sebab asli, asal muasal dari penyakit ini, adalah STRESS … Pikiran yang tidak bahagia, yang berlangsung bertahun-tahun … Saat penjelasan ini dipaparkan oleh temen saya, pikiran saya melayang ke zaman saya hidupnya sulit … Bertahun-tahun dalam persoalan pelik, yang memaksa pikiran saya bekerja sangat keras …

Wujud dari G.E.R.D ini bervariasi … Batuk-batuk gak sembuh-sembuh … Sering sesak napas … Dan gejala keanehan organ tubuh, yang seolah tidak ada hubungannya dengan asam lambung … Saya juga pernah ketemu sahabat yang mengalami serupa, sampai “tubuhnya habis” … Sampai kurus … Bahkan tulang punggung juga bermasalah … Cerita hidup dia, sangat mirip dengan saya … Bahkan gejala sakit jantung, migrain, vertigo, dan segala macam penyakit … Bahkan cancer, akar penyebabnya bisa karena G E.R.D ini …

 

G.E.R.D inilah, yang kemudian “menarik saya secara spiritual”, untuk lebih rajin bermeditasi … Lebih rajin hening … G.E.R.D ini pulalah, yang akhirnya membuat saya, memutuskan mengurangi aktifitas fisik… Tidak lagi banyak wara-wiri ngerjakan tugas … Karena, saya lebih menyayangi tubuh saya … Banyak trainer yang asik banget,… Dan gak sadar, bahwa itu suatu saat, itu bisa berdampak kepada tubuhnya, kalau gak aware.

G.E.R.D, adalah singkatan Gastro Esophageal Reflux Disease … Penjelasannya adalah, asam lambung yang berlebih, liar dan bahkan naik hingga ke esofagus … Lalu, kalau ini soal asam lambung, mengapa bisa mewujud menjadi penyakit dalam berbagai bentuk ketidaknyamanan di tubuh? … Sederhana … Karena salah satu sebab, mengapa berbagai penyakit bisa hadir, adalah karena tingkat ke-asam-an tubuh yang melebihi batas kewajaran …

Lalu, sebab asam lambung jadi gak karuan, itu kenapa? … Saya saat ini memahami, bahwa segala sesuatu, variable-nya tidak cuman satu … Variable penyebabnya banyak … Namun untuk mempermudah, saya mengidentifikasi dari berbagai sumber, dan mengamati diri saya sendiri, saya melihat sebabnya beberapa hal ini ; 1) Gaya hidup, 2) Pola makan, 3) Pola pikiran dan emosi … Saya akan bahas satu per satu, berdasarkan pengalaman pribadi …

Salah satu gaya hidup, yang dianggap wajar adalah, setelah makan, kita langsung tiduran atau tidur beneran … Ini kata dokter yang ngasih tahu saya, adalah salah satu kebiasaan, yang dalam jangka panjang, bisa memicu G.E.R.D … Apakah pasti? … Apakah selalu dan semua, orang yang punya habit / kebiasaan begini, akan mengalami G.E.R.D? … Tidak selalu … Karena variablenya banyak … Tapi yang jelas, sejak saya dikasih tahu bahwa saya kena G.E.R.D, saya tidak tiduran setelah makan … Dan ini, membuat saya mengalami pemulihan, dengan cepat …

Lalu, batuk-batuk itu gimana? … Sebagaimana yang saya ceritakan itu karena ada luka, ada iritasi di esofagus, yang terus menerus tersiram asam lambung yang naik … Sehingga gak sembuh-sembuh … So, sejak itu hingga saat ini, saya menggunakan bantal yang tinggi kalo tidur atau tiduran … Karena, dengan bantal yang tinggi, asam lambung yang berlebih, tidak naik ke area esofagus … Dengan cara ini, luka yang gatel dan bikin batuk, bisa sembuh … Tidak kena siraman cairan asam lambung terus menerus …

Gaya hidup saya yang lainnya, zaman dulu adalah, sering menahan lapar, dalam keadaan tidak puasa … Saya menahan lapar, karena keadaan, karena terpaksa … Bagi anda yang follow fb saya sejak lama, pasti pernah lihat foto saya, yang juelek dan kurus … Itu adalah zaman dimana saya mengalami persoalan finansial yang cukup serius … Seharian blass gak makan, itu sering banget … Banyak saksi hidup, yang menyaksikan saya di zaman ini … Dan mereka sangat akrab dengan saya … Jasa mereka sangat besar dalam hidup saya …

Dulu, zaman itu, saya sering menahan perih di lambung karena lapar, hanya dengan minum air putih … Lha gimana, mau makan gak punya uang? … Makanya, kalau saya mbahas soal pentingnya duit dalam hidup di postingan fb, bukan karena saya matre atau hedonis … Saya bertahun-tahun merasakan, gak punya uang itu gak enak. Makan mie instant rebus adalah andalan saya sehari-hari. Saya tahu itu gak baik tapi gimana lagi? … Oh kampret, saya nulis postingan ini, mata jadi berkaca-kaca … Ingat rasanya pada saat itu …

Lihat, gaya hidup saya … Pola makan saya … Gak karu-karuan selama bertahun-tahun Saya sendiri heran, kok saya bisa melaluinya … Namun, ingat tadi yang saya tulis di atas … Saya sebutkan ada 3 sebab … Dan saya, baru membahas dua hal … Gaya hidup … Pola makan … Masih ada satu hal lagi, yang perannya justru paling besar yang akhirnya menarik diri saya, untuk belajar tentang ilmu kebahagiaan, ilmu pengelolaan bathin, ilmu meditasi, termasuk juga belajar soal vibrasi.

Ya, soal pola pikiran dan emosi. Saya dulu tidak tahu, bahwa dampak pola pikiran dan emosi yang salah, dampaknya dahsyat dalam kehidupan … Baik dalam aspek alur nasib, juga dampak bagi kesehatan.

Kalau anda membaca berbagai buku tentang ilmu pikiran, ilmu pengelolaan emosi, penyembuhan energi, yang kekinian … Ilmu kesehatan telah berubah sangat jauh. Mulai terkuak, bahwa pikiran dan emosi, memiliki peran yang cukup dominan, terkait kehadiran penyakit, juga bagaimana proses penyembuhannya.

Amati saja, bagi anda yang wanita, bukankah jika pikiran dan emosi anda terganggu, bahkan haid / menstruasi anda menjadi terganggu? … Amati juga anda, baik pria maupun wanita … Saat anda mau tampil berbicara di depan umum, perut anda bisa mules … Ya, itu contoh nyata, bahwa tubuh, merespon dinamika pikiran dan emosi kita … Merespon pikiran dan emosi yang positif, juga yang negatif … Setiap bentuk pikiran dan emosi, akan memicu proses kimiawi tubuh secara spesifik.

belajar-menyadarkan-diri-dengan-meditasiBanyak peserta kelas vibrasi saya, profesinya dokter berpengalaman … Dan dengan tegas mereka mengiyakan, bahwa di zaman ini, penyakit yang sering muncul, sumbernya dari pikiran dan emosi … Hal itu diperparah, dengan pola makan dan gaya hidup amburadul, yang kita sudah bahas … Intinya, pada part ini, saya ingin menegaskan, bahwa habit / kebiasaan anda dalam ber-pikir dan me-rasa, akan berdampak pada tubuh anda … Makanya saya semakin bingung, di facebook, beberapa orang sering dan hobby share perihal kebencian … Apa orang-orang ini sudah bosan sehat? …

Sekarang kita focus ke topik utama lagi, membahas G.E.R.D … Lalu, apa pola pikir dan pola emosi, yang memicu G.E.R.D? … Yang paling memicu secara pikiran adalah, pikiran yang ingin mengontrol segala sesuatu, pikiran yang sering melompat-lompat, terutama, pikiran yang jarang hadir di saat ini, lebih sering mikirin masa depan … Akibatnya, secara emosi, perasaan yang sering diakses adalah, kecemasan (anxiety) dan kekuatiran … Saya, adalah orang yang mudah kuatir dan cemas … Dulu parah banget, sekarang sudah sangat-sangat jauh berubah …

Setelah saya telusuri, kenapa ya saya ini kuatiran dan pencemas? … Ternyata kedua orang tua saya juga demikian … Saya flashback, ternyata saya dibesarkan, dengan dominan emosi kekuatiran dan kecemasan … Gaya parenting ini, yang menjadi pondasi habit saya, yang juga pencemas dan kuatiran … Ini, bukan dalam rangka menyalahkan orang tua saya … Tapi coba saja anda cek … Jika anda pencemas, kuatiran, orang tua anda kemungkinan juga demikian … Minimalnya, yang kuatiran / pencemas, adalah salah satu dari orang tua anda …

Pikiran yang jarang hadir di saat ini, pikiran yang sering mikirin masa depan, akan memicu emosi cemas dan kuatir … Pikiran dan emosi tersebut, ternyata memicu reaksi tubuh, berupa produksi asam lambung yang berlebihan … Jadi bisa kebayang saya zaman dulu … Sudah perut kosong, laper, pikiran dan emosinya stress … Gimana asam lambung tidak gila-gilaan?. Setiap hape berbunyi, langsung cemas, kuatir, ini jangan-jangan orang mau menagih utang. Itu saya alami selama bertahun-tahun … Saya telah menanam cikal bakal G.E R.D …

Berarti, secara pola pikir, maka “pekerjaan rumah” orang yang kena G.E.R.D adalah, melatih agar pikirannya lebih sering hadir di saat ini … Tidak usah terlalu banyak mikirin masa depan. Dan saat pikiran sering hadir di saat ini, emosi cemas dan kuatir, tidak punya alasan untuk muncul … Hidup itu adalah saat ini … Masa depan belum terjadi … Saat anda merasakan kecemasan dan kuatir, itu pertanda, pikiran anda sedang berada di masa depan … Mikirin zona nanti, zona besok, zona yang tidak anda ketahui dengan pasti.

Sampai di sini, maybe anda sudah paham, apa yang perlu dilakukan … Karena saya sudah bahas 3 hal, gaya hidup, pola makan dan pola pikiran emosi … Cuman, gimana ya supaya pikiran lebih sering hadir di saat ini? … Karena itulah jalan, agar kecemasan dan kekuatiran tidak bisa hadir … Sebenarnya, kalau orang menjalankan ajaran agamanya secara benar, kuncinya sudah ada di sana … Cuman, kebanyakan orang khan, beragama hanya formalitas nyari sorga dan pahala? …

Kita masih melanjutkan, membahas pola pikiran dan pola emosi … Sebelumnya, kita sudah bahas, bahwa orang kena G.E.R.D itu, dalam aspek ketiga, adalah sebab pikirannya sering melompat ke masa depan, terlalu sering memikirkan nanti bagaimana, kalo nanti begini gimana, kalau nanti begitu gimana … Dan secara emosi, sebabnya adalah kecemasan dan kekuatiran. Jelas, ada koneksi antara pikiran dan emosi … Cemas dan kuatir hanya bisa hadir, saat pikiran melompat ke masa depan ….

Sifat alami pikiran, memang tidak menyukai saat ini … Sifat alami pikiran, adalah melompat ke sana ke sini … Bahkan antar waktu … Bisa melompat ke masa depan dan juga ke masa lalu. Makanya julukan pikiran adalah “monkey mind” … Kalau saya menyebutnya, “pocong mind”. Pikiran suka melompat-lompat seperti pocong …

Sementara itu, sifat alami dari badan / tubuh fisik kita, adalah kebalikannya pikiran. Tubuh tidak pernah melompat ke masa depan …Tubuh fisik kita, selalu hadir di saat ini … Dengan demikian, bagaimana cara agar pikiran anda berhenti melompat, atau mengurangi lompatannya?.. Sederhana, sadari tubuh anda … Focus ke tubuh anda. Maka pikiran anda, akan hadir di sini dan di saat ini, tidak berada di masa depan.

Saat pikiran hadir di sini, hadir di saat ini, tidak ada peluang bagi kecemasan dan kekuatiran, untuk bisa muncul … Karena bahan dasar kecemasan dan kekuatiran, adalah bayangan pikiran tentang masa depan … Nah, kehadiran di sini dan di saat ini, adalah kebiasaan bathin, yang perlu dibiasakan oleh penderita G.E.R.D … Mengapa kudu dibiasakan? … Karena tubuh fisik, sudah dibiasakan, membangun sirkuit kecemasan dan kekuatiran.

Untuk mengubah sirkuit / hardware, supaya membangun sirkuit baru, butuh waktu, Gak bisa instant … Latihannya sederhana, lakukan cara apapun, agar pikiran anda, focus kepada tubuh anda. Sehingga pikiran, tidak melompat ke bayangan masa depan. Kalau yang saya lakukan, setiap pagi dan malam, saya luangkan waktu meditasi, menyadari tubuh saya … Menyadari lambung saya … Menyadari kehadiran diri saya, di saat ini.

Problem umumnya adalah, meskipun latihan menyadari tubuh sudah dilakukan … Latah bathin, lompatan pikiran, masih kuat … Ya itu tadi, sabar lah … Anda mendidik pikiran anda melompat, selama belasan bahkan puluhan tahun, tapi kepingin tercerahkan dalam waktu sehari … Pie jal? … Ini butuh disiplin … Selain latihan meditasi menyadari tubuh, saya juga rutinkan latihan napas perut … Dengan napas perut, tarikan napas untuk menyedot oksigen jadi optimal … Karena salah satu sebab, kita cemas dan kuatir, juga kurangnya oksigen.

Sampai di sini, sudah paham khan, apa yang perlu dilatih? … Cuman saya pribadi pesimis, apakah anda mau disiplin melakukan hal di atas itu tadi? … Jadi, solusinya bagaimana? … Saya menyarankan, agar anda menumpangi saja kebiasaan yang sudah ada, yang sebenarnya fungsinya sama saja, yaitu melatih kehadiran pikiran di saat ini, dan mengurangi lompatan pikiran di masa depan.

Adakah kebiasaan yang bisa dimanfaatkan?. Kalau menurut saya sih ada … Apa? Jawabannya adalah, RITUAL AGAMA … Ritual agama, sebenarnya semuanya dalam rangka melatih, agar pikiran hadir di sini, di saat ini … Cuman kebanyakan, menggunakan kebiasaan ritual agama, sebagai gugur kewajiban, ngejar sorga dan pahala … Dan tidak mendapatkan manfaat nyata. Makanya tidak heran, banyak orang beragama, tapi kok sensitif dan mudah ngamukan. Karena selama ini, esensi ritualnya gak pernah didapatkan.

Oke, balik ke topik … Dengan menumpangi kebiasaan yang sudah ada, akan lebih mudah disiplin, daripada membuat kebiasaan baru … Pada bagian selanjutnya, saya akan memberikan contoh, bagaimana memanfaatkan ritual agama, sebagai jalan melatih kehadiran pikiran, agar hadir di saat ini … Ritual agama, bisa digunakan sebagai tools, untuk sembuh dari G.E.R.D.

Coba anda amati, ritual dalam agama anda, apapun agama anda … Semuanya menganjurkan satu kata, “khusyuk” … Saya beragama islam, pun demikian … Dalam keseharian saya, ritual rutin yang saya lakukan adalah shalat, minimalnya 5 kali … Shalat yang sempurna, ya shalat yang khusyuk … Saya tidak tahu, kalau dalam agama anda, khusyuk itu setara dengan kosakata apa … Mudah-mudahan, anda bisa memahaminya.

Banyak orang melakukan ritual agama, sekedar mengejar sorga dan pahala semata. Hanya sekedar menggugurkan kewajiban. Akhirnya tidak berdampak nyata dalam kehidupannya. Sudah shalat, tapi kok pencemas dan kuatiran?. Lah, apa manfaat shalatnya?. Mengapa demikian?. Karena ritual agama yang dilakukan, tidak atau jarang mencapai kondisi “khusyuk” itu tadi.

Kalau kita melakukan ritual agama, sampai level khusyuk, dijamin, bathin kita sangat tenang dalam menjalani hidup. Terkait dengan bahasan G.E R.D, kalau anda muslim misalnya, dan shalat anda khuysuk, seharusnya anda tidak kena G.E.R.D. Atau, kalaupun kena G.E.R.D, anda akan cepat terpulihkan. Masalahnya, bagaimana supaya bisa khusyuk itu?. Lalu, bagaimana kita tahu, bahwa kita sudah mencapai level khusyuk?.

Saya mencari lama sekali, soal khusyuk ini. Dan hingga saat ini, saya simpulkan, bahwa saya tidak tahu persis, apa itu khusyuk. Sehingga, saya tidak lagi “mengejar” kekhusyuk-an dalam ritual ibadah … So?. Saya meyakini satu hal, bahwa PINTU GERBANG untuk mencapai khusyuk, adalah saat KITA HADIR DI SAAT INI. Kalau saya muslim, ya saya HADIR & SADAR, SAYA SEDANG SHALAT. Soal nanti bakalan khusyuk atau tidak, gak usah dipikirin. Yang penting, PIKIRAN KITA HADIR DI SINI, SAAT INI.

Kunci untuk hadir di saat ini, dalam ritual ibadah, itu simple. Minimal, jika ada 2 input pada tubuh kita, kita akan hadir, pikiran tidak melompat. Lebih banyak input, akan lebih baik. Supaya mudah, saya kasih contoh Misalnya, kalau shalat, mulut komat kamit bergerak (tidak diam), plus ada suara dari mulut, minimalnya terdengar di telinga maka ada dua input pada tubuh yaitu input gerakan di lidah  dan input suara di telinga. Maka, kemungkinan, anda akan hadir dalam shalat anda, jauh lebih besar.

Coba deh kita tes aja. Saya akan contohkan dengan dzikir. Bagi anda yang beragama selain islam, silahkan menyesuaikan sesuai ritual agama anda, yang mirip, atau memiliki kesamaan prinsip … Oke, silahkan nanti anda pejamkan mata  Dzikir menyebut kata “Allah Allah” dalam hati, lakukan 3 menit aja. Dan saat melakukan ini, tidak melakukan gerakan dan tidak membuat suara. Amati, pikiran anda, akan meloncat ke sana dan meloncat ke sini. Mikir nanti dan mikir tadi … Alias, anda tidak hadir di saat ini, pikiran tidak hadir di sini.

Lalu, nanti anda lakukan lagi, dzikir “Allah Allah”, tapi kali ini tidak hanya dilakukan di dalam hati. Kali ini, anda lafalkan, Lidah anda bergerak, Mulut anda komat kamit, Buat suara terdengar di telinga Lalu anda pegang tasbih, buat gerakan dengan tangan, Lalu anda tambahin dengan gerakan leher seperlunya, Lakukan 3 menit. Saya berani jamin, lompatan pikiran anda akan berkurang jauh, Pikiran anda akan lebih hadir. Pikiran anda akan “nongkrong” di saat ini.

Akar masalah dari penyakit G.E.R.D, adalah kecemasan dan kekuatiran. Maka kalau mau sembuh, kuncinya adalah disiplin melatih pikiran untuk hadir, bila ini tidak dilatih, maka sembuhnya hanya sementara, Sembuh lalu kambuh, Sembuh lalu kambuh. Produksi asam lambung berlebih, adalah wujud “teriakan tubuh” kepada anda. Agar kesadaran anda mendengar. Bahwa ada yang salah, pada habit yang dilakukan pikiran anda.

Jadi, hadirlah dalam ritual-ritual agama anda. Sekali lagi, tidak harus mencapai level khusyuk, minimalnya hadir, Hadirlah di saat ini. Hadir adalah saat pikiran anda, satu dan menyatu dengan tubuh anda, jangan memaksakan ritual agama kudu lama durasinya. Percuma juga kalau lama durasinya, tapi pikiran gak hadir, syukur-syukur lama, dan hadir saat ini.

GERD obatnya, adalah MERUBAH DIRI. Sebagaimana saya bahas, di bagian awal-awal … Untuk sembuh dari G.E.R.D, minimalnya ada 3 hal yang perlu diubah ; pola makan, gaya hidup, dan pola pikiran dan emosi. Anda mau minum obat luar apapun, tidak akan menyembuhkan anda dari G.E.R.D, selama 3 hal itu tadi masih “amburadul” / tidak berubah 

Penyembuhan G.E.R.D, juga tidak bisa seketika, Kenapa?. Karena mengubah pola itu, butuh disiplin, Tahu sendiri lah, mengubah kebiasaan itu butuh waktu. Hanya dengan pembiasaan, asam lambung berlebihan, akan kembali normal. Tubuh ibarat mesin, yang kalau dibiasakan dengan sebuah stimulus tertentu, ia akan melakukan mekanisme otomatis … Contohnya?.

Pikiran, emosi dan tubuh itu, satu system. G.E.R.D bisa saja bermula dari pikiran, memicu emosi, lalu menstimulus asam lambung. Bisa jadi, awalnya, dari pikiran dan emosi. Tapi nantinya, bisa kebalik. saat asam lambung keluar, anda mendadak pikirannya kacau, dan muncul rasa cemas, yang anda sendiri tidak tahu sebabnya. Sebabnya, ya dari tubuh anda, yang awalnya ; “kecemasan memicu naiknya asam lambung”, berbalik menjadi ; “asam lambung memicu kecemasan”.

Bagi anda yang ada gejala G.E.R.D, kalau lapar dan telat makan, biasanya emosi anda mendadak error, ya itu tadi, awalnya body dididik pikiran dan emosi. Berbalik menjadi, body men-drive pikiran dan emosi. Jadi setelah saya paparkan ini, jangan heran mengapa itu terjadi. Tubuh adalah sistem mekanik, yang paradoks, kombinasi antara “cerdas sekaligus bodoh”. Nah, karena paradoks, maka jalan penyembuhannya juga paradox. Salah satu cara sembuh dari G.E.R.D adalah puasa. Aneh khan?. Telat makan G.E.R.D anda kumat, kok jalan penyembuhannya malah puasa wkkkk …

Bagi saya, mengubah gaya hidup, misalnya ; sehabis makan tidak tiduran, makan tidak terlalu kenyang, itu gampang saya ubah. Yang paling susah adalah, meninggalkan makanan-makanan, yang sebaiknya dihindari, tapi saya menyukainya, misalnya, mie instant, Itu enak bener, ninggalinnya susah wakakakakak. Butuh perjuangan ekstra untuk bisa stop, dan ternyata susah. Untungnya, saya sudah menikah, jadi ada yang mengontrol saya, yaitu istri saya. Kalo bujangan, kan gak ada yang ngontrol, bisa ngawur sekarepe dewe …

Untuk sembuh dari G.E.R.D, adalah mengubah pola … Pola adalah kebiasaan. Mengubah kebiasaan, adalah dengan cara melakukan pembiasaan. Pembiasaan, butuh komitmen. Nah, supaya komitmen, ujung-ujungnya adalah NIAT YANG SANGAT KUAT. Anda perhatikan, kalau anda pagi tidak makan, tapi anda niat puasa, rasa laparnya, tidak sehebat kalau anda tidak meniatkan puasa. Seolah, niat anda dikenali oleh tubuh anda, dan melakukan penyesuaian mekanisme tubuh.

Ubah cara pandang anda tentang penyakit. Apapun yang kita sebut sebagai sakit, sebenarnya, adalah pemberitahuan kepada kita, tentang dua hal ; 1) Ada sesuatu yang berlebihan, yang perlu dikurangi.  2) Ada sesuatu yang kurang, yang perlu ditambahi. Dua pemberitahuan itu, meliputi segenap aspek diri kita, fisik, mental dan sebagainya. Sakit, adalah umpan balik / feedback, untuk melakukan perbaikan.

Banyak perubahan pada diri saya, sejak saya kena G E.R.D. Salah satunya, lebih eling lan waspodho, dengan dinamika pikiran dan emosi saya sendiri. Lebih rajin meditasi, Lebih banyak belajar soal spiritualitas, dan sebagainya. G.E.R.D, bagi saya adalah guru di dalam, yang mengubah diri saya. Rasa sakit, adalah anugerah dalam hidup, yang ditolak oleh kebanyakan orang … PAIN, IS A GIFT, THAT NOBODY WANT.

Iklan

About pthcirebon

pelatihan hypnotist dan hypnotherapy, motivator dan therapy Holistic Cirebon

Posted on 18 Desember 2016, in Mind Technology. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

rumah cirebon

dapatkan rumah idealmu di cirebon

my orgonite

(holistic orgonite indonesia) untuk pemesanan silahkan hubungi contack person

pondok therapy holistic

Motivator, hypnosis, hypnotherapy, dan Therapy Holistic Cirebon

%d blogger menyukai ini: